Loading...
Loading...

Kekhawatiran tengah berkembang di kalangan masyarakat adat yang tinggal di hutan Amazon setelah dilaporkannya kasus Virus Corona (COVID-19) di kalangan mereka. Orang baru yang terjangkit diidentifikasi sebagai remaja laki-laki berusia lima belas tahun.
Kini remaja itu dirawat di unit perawatan intensif di sebuah rumah sakit di kota Boa Vista, ibu kota negara bagian Roraima, Brasil utara.
"Hari ini kami mengonfirmasi satu kasus di antara Yanomami, yang sangat mengkhawatirkan," kata Menteri Kesehatan Luiz Henrique Mandetta di konferensi pers, dilansir dari laman The Star, Sabtu (11/4).
"Kita harus berhati-hati tiga kali lipat dengan masyarakat adat, terutama yang memiliki sedikit kontak dengan dunia luar," tambahnya.
Brasil saat ini telah mengonfirmasi setidaknya tujuh pasien Virus Corona di antara masyarakat adat. Pertama, seorang wanita berusia 20 tahun dari suku Kokama. Ia dipastikan positif corona minggu lalu.
Diperkirakan 800.000 masyarakat adat dari lebih dari 300 kelompok etnis tinggal di Brasil.
Yanomami, yang dikenal karena cat wajah dan tindikannya, memiliki sekitar 27.000 anggota. Mereka tetap terputus dari dunia luar sampai setelah Perang Dunia Kedua, yang berarti mereka tidak membangun kekebalan terhadap banyak penyakit modern.
Per hari Sabtu (11/4), Brasil mencacatkan 19.943 kasus positif corona dengan angka kematian 1.074 kasus.
sumber
Loading...