Jangan gampang percaya! Banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait virus Corona COVID-19. Ketahui faktanya agar tidak termakan informasi menyesatkan

Loading...
Loading...
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)

Selama pandemi Corona COVID-19 banyak berita yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagian di antaranya mengandung kebenaran, sebagian lagi tak lebih dari sekadar mitos belaka.

Berikut 10 mitos virus Corona yang berkembang di tengah masyarakat, seperti dikutip dari Medical News Today:

1. Penyemprotan disinfektan dapat membunuh virus dalam tubuh
Penyemprotan disinfektan ke tubuh ternyata dapat membahayakan kulit. Disinfektan pada umumnya terbuat dari dasar kimia berbahaya, yang berfungsi untuk membasmi bakteri dari permukaan barang atau tempat bukan untuk kulit.

2. Hanya orang dewasa yang berisiko terinfeksi
Virus Corona COVID-19 dapat menginfeksi semua orang di segala usia. Meskipun orang tua memiliki risiko lebih serius apabila terinfeksi terutama bagi orang yang mempunyai penyakit bawaan atau komorbid.

3. Anak-anak tidak dapat terinfeksi virus Corona
Semua kelompok umur dapat terinfeksi virus Corona. Walaupun sebagian besar kasus terjadi pada orang dewasa, namun ini tak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga bisa tertular. Banyak kasus yang membuktikan bahwa anak-anak tidak kebal.

4. Masker wajah melindungi dari virus Corona
Masker tidak sepenuhnya melindungi diri dari virus Corona. Melainkan hanya memblokir partikel virus kecil. Masker memiliki fungsi membantu mencegah penyebaran droplet ke wajah terutama hidung dan mulut.

5. Antibiotik membunuh virus Corona
Antibiotik dikabarkan dapat membunuh virus. Nyatanya antibiotik hanya membunuh bakteri, bukan untuk membunuh virus.

6. Bawang putih memperlambat pertumbuhan virus
Tidak ada bukti penelitian yang menyatakan bawang putih dapat melindungi orang dari COVID-19. Nyatanya, Beberapa penelitian menunjukan bahwa bawang putih dapat memperlambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri.

7. Kucing dan anjing menularkan virus Corona
Virus Corona COVID-19 pada dasarnya menyebar dari manusia ke manusia. Sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukan kucing dan anjing dapat menularkan virus Corona ke manusia.

8. Pengering tangan membunuh virus Corona
Pengering tangan tidak membunuh virus Corona. Cara terbaik untuk melindungi diri dari virus ini adalah dengan mencuci tangan dengan air dan sabun sesering mungkin.

9. Mencegah virus Corona dengan berkumur pemutih
Tidak ada anjuran yang mengatakan berkumur pemutih dapat bermanfaat bagi kesehatan. Pemutih bersifat korosif yang dapat menyebabkan kerusakan.

10. Termometer dapat mendiagnosis virus Corona
Termometer hanya untuk mendeteksi suhu badan seseorang. yang dapat dikaitkan dengan seseorang menderita demam, salah satu gejala virus Corona. Namun, keadaan sekarang tidak terlalu efektif karena banyaknya orang yang terinfeksi virus Corona tanpa gejala.

sumber

Loading...
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...