Virus Corona Mulai Menyebar ke Seluruh Dunia, di China Mulai Melambat Penularannya

Loading...
Loading...
Virus Corona Mulai Menyebar ke Seluruh Dunia, di China Mulai Melambat Penularannya

Virus korona yang mematikan menyebar ke negara-negara lain hari Senin (2/3), walaupun jumlah kasus baru di pusat penyakit itu di China turun ke tingkat terendah dalam enam minggu dan ratusan pasien dibolehkan pulang dari rumah sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan hampir sembilan kali lebih banyak kasus di luar China daripada di dalam negeri, dengan laporan baru adanya orang-orang yang terjangkit di New York, Berlin dan Moskow.

Korban meninggal melampaui 3.000, termasuk enam di Amerika, dan jumlah penderita di 60 negara naik menjadi lebih dari 89.000.

AS melaporkan empat orang lagi meninggal akibat virus korona hari Senin, menambah jumlah kematian di Amerika menjadi enam orang dari sekitar 100-an kasus warga yang terjangkit virus korona.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jumlah penderita baru wabah virus korona yang dilaporkan di China terus menurun dalam penghitungan terbaru di seluruh dunia, turun menjadi 206, jumlah terendah sejak 22 Januari.

“Kita berada di wilayah yang belum dipetakan,” kata Tedros.

“Kita belum pernah melihat patogen pernafasan yang mampu menular di masyarakat, tetapi juga bisa diatasi dengan tindakan yang tepat.”

Penyebaran virus korona berdampak pada orang di seluruh dunia.

Jutaan anak sekolah di Jepang diliburkan selama empat minggu.

Warga Israel yang terkontaminasi virus itu dipaksa untuk memberikan suara dalam pemilihan presiden hari Senin di tempat pemungutan suara khusus dan ribuan turis tidak bisa mengunjungi museum Louvre yang ditutup di Paris, galeri seni paling populer di dunia.  

Pemerintah Iran mengumumkan terjadinya lonjakan kasus infeksi Virus Corona dari 593 menjadi 978 kasus hanya dalam sehari. 54 orang telah meninggal dunia, meskipun laporan lainnya menyebutkan angka sebenarnya lebih dari 200 orang.

Setidaknya tujuh pejabat tinggi Iran termasuk Wakil Menteri Kesetan Iraj Harirchi, Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar dan lima anggota parlemen dinyatakan positif terkena virus ini.

Bahkan satu anggota parlemen meninggal karena terinfeksi virus corona.

"Penyakit ini tak terlihat dan tidak terdeteksi masuk ke Iran," jelas Mike Ryan dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO pekan lalu.

"Jadi tingkat infeksi mungkin lebih luas dari apa yang kita lihat," katanya.

Tingginya tingkat kematian telah menimbulkan pertanyaan mengenai cara Pemerintah Iran menangani krisis.

Infeksi virus corona yang terjadi di sejumlah Kanada, Norwegia, dan Selandia Baru, juga diketahui ada yang berasal dari Iran.

Australia yang telah mengindentifikasi empat kasus dari Iran, termasuk penumpang Malindo Air dari Bali, telah memberlakukan larangan bagi siapa saja yang datang dari Iran untuk masuk ke Australia.

Oman, Yordania, Kuwait, Irak dan Arab Saudi menangguhkan penerbangan ke Iran, sementara banyak negara tetangga menutup perbatasan mereka dengan republik Islam itu.

Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton mengutip lonjakan kematian dan kasus baru sebagai alasan Australia melarang perjalanan dari Iran.

Tapi pihaknya tidak memberlakukan larangan yang sama untuk Korea Selatan (dengan 3.150 kasus, 16 kematian) atau Italia (diketahui 1.128 kasus, 29 kematian).

Iran Terparah Setelah China

Pekan lalu sumber-sumber di rumah sakit di Iran melaporkan setidaknya 210 orang telah meninggal akibat virus corona.

Media setempat mengutip Nahid Khodakarami, kepala komite kesehatan Kota Teheran, menyatakan "kemungkinan antara 10.000 hingga 15.000 orang di Iran terinfeksi virus corona".

Iran memiliki 15 laboratorium pengujian untuk virus corona dan negara telah menerapkan berbagai langkah untuk membendung penyebarannya.

Truk-truk penyemprot dan fumigator dikerahkan ke jalan-jalan, kereta bawah tanah dan layanan bus di Teheran juga secara rutin disemprot dengan desinfektan.

Iran telah memerintahkan agar sekolah ditutup hingga hari Selasa dan memperpanjang libur universitas dan larangan konser atau kegiatan olahraga.

Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki mengumumkan mulai Selasa besok (3/03), pihaknya akan menurunkan 300.000 orang untuk melakukan pemeriksaan virus corona dari pintu ke pintu.

Masyarakat juga dilarang mengunjungi pasien di rumah sakit nasional.

"Tempat teraman adalah rumah kita," katanya.
Namun kekhawatiran terus meningkat seperti terlihat saat warga membakar halaman sebuah klinik medis di kota Bandar Abbas.

Media setempat melaporkan warga salah paham setelah mendengar kabar bahwa klinik tersebut menampung orang yang didiagnosis virus corona.

sumber

Loading...
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...