Blak-Blakan Kemenkes Soal Ada Rumah Sakit yang Ogah Tangani Pasien Corona

Loading...
Loading...
Blak-Blakan Kemenkes Soal Ada Rumah Sakit yang Ogah Tangani Pasien Corona

Pada Selasa (17/3) kemarin, Dirjen P2P Kemenkes sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengungkapkan kasus positif virus ini melonjak menjadi 172 orang.

Sehubungan dengan hal tersebut ternyata ada beberapa oknum rumah sakit yang tak ingin menangani pasien kasus corona.

Hal tersebut telah diungkapkan langsung oleh Yurianto melalui saluran Youtube Deddy Corbuzier. Ingin tahu kisah selengkapnya? Berikut ulasannya.

Berawal dari Unggahan Pasien PDP

unggahan pasien pdp rev2

Beredar sebuah video seorang wanita yang mengaku bahwa dirinya sudah ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Wanita tersebut mengungkapkan ketika mencoba memeriksakan diri, ia justru dilepas ke rumah sakit besar yang dapat menangani virus corona tanpa pengawasan.

"Ini aku kategorinya udah PDP dan rumah sakit enggak tahu harus mau ngapain, harus gimana dan kita bisa dilepas begitu aja, disarankan untuk ke empat rumah sakit besar, tanpa pengawasan. Artinya kalau aku males ke rumah sakit besar yang ditunjuk itu, aku cuma balik ke rumah terus aku berhubungan dengan tetangga kanan kiri dan I'm fine, tapi ternyata aku positif, itu enggak kebayang dampaknya kayak apa," ujar wanita dalam video viral tersebut.

Yurianto Jelaskan Mekanisme

mekanisme rev2

Saat melakukan ditanya soal apa yang sebenarnya sedang terjadi oleh Deddy Corbuzier pada saluran Youtube 'Close The Door',Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto menjelaskan mekanisme rumah sakit yang berlaku.

"Ini sebenarnya pasien yang kemudian berobat ke rumah sakit Mitra Keluarga kalau enggak salah ya tadi ya, dia datang kesana kemudian dia adalah pasien yang diyakini ini kayaknya terinfeksi nih. Artinya dia jadi pasien dalam pengawasan, PDP. Rumah sakit mengatakan bahwa kami tidak punya fasilitas untuk merawat, oleh karena itu silahkan Anda menuju rumah sakit lain yang bisa merawat, kita kasih pengantar, silahkan dengan pengantar ini Anda menuju rumah sakit yang lain. Itu mekanismenya seperti itu," ujar Yurianto.

Beberapa RS Tak Mau Publis Rawat Pasien Corona

tak mau publis rawat pasien corona rev2

Mirisnya, terdapat beberapa rumah sakit yang enggan diketahui identitasnya bahwa pihaknya sedang merawat pasien covid-19 atau corona. Hal ini dikatakan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto Achmad Yurianto.

"Kita menyadari betul bahwa beberapa rumah sakitlah, dia menjaga citranya dengan jangan sampai ketahuan orang bahwa saya merawat covid-19. Kalau ketahuan nanti semua pasien yang lain enggak mau datang, itu yang terjadi," ungkapnya.

Yurianto Bilang Ini Melanggar Hukum

ini melanggar hukum rev2

Pengakuan dari Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto sontak membuat Deddy kaget bukan kepalang, dan menanyakan kepadanya apakah tindakan yang dilakukan rumah sakit tersebut melanggar hukum atau tidak. Dengan jelas, Yurianto membenarkan bahwa hal itu melanggar hukum.

"Melanggar. Bolehlah dia menolak pasien dengan alasan yang jelas, bolehlah dia merujuk pasien dengan alasan yang jelas. Bukan kayak pasar silahkan cari sendiri kami enggak mau nerima," jelasnya.

Yurianto: Rumah Sakit Itu Bisnis

sakit itu bisnis rev2

Dalam video tersebut, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto juga menyebut saat ini rumah sakit sudah tak lagi mengemban fungsi sosial. Ia juga mengatakan bahwa rumah sakit saat ini merupakan sebuah bisnis.

"Kita tahu bahwa rumah sakit itu, tidak lagi mengemban fungsi sosial. Rumah sakit itu bisnis kalau sekarang," tegas Yurianto.

Akan Beri Kartu Merah

kartu merah rev2

Kemenkes akan melakukan tindak lanjut kepada beberapa rumah sakit yang tidak melakukan mekanisme rujukan secara benar. Tak segan-segan Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan akan berikan kartu merah bagi rumah sakit dengan etika yang tidak benar.

"Kan ada mekanismenya, buatlah rujukan yang baik, antarlah dia (PDP), atau berikanlah pemeriksaan penunjang dulu yang lengkap baru dikirimkan. Is okay, tapi tidak seperti itu. Jelas ini etikanya enggak bener ini. Kita akan berbicara dengan rumah sakit tata asosiasinya kan, ya silahkanlah Anda kartu kuning, kalau masih anu ya tinggal kartu merah," tegasnya.

Banyak RS yang Tidak Siap

yang tidak siap rev2

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa dari sejumlah rumah sakit yang sudah disediakan tidak memiliki kesiapan. Hal tersebut mencakup beberapa kendala, tidak terkecuali alat yang terlalu usang.

"Kemudian di Kementrian itu langsung dikumpulkan rapat, cek seluruh rumah sakit yang dulu kita siapkan untuk flu burung, datengin. Ternyata banyak yang enggak siap, apa problemnya. Ada alat yang terlalu lama, harus dikalibrasi. Setelah dikalibrasi ada yang bisa ada yang enggak," kata Yurianto menjelaskan.

sumber
Loading...
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...