Loading...
Loading...

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison melarang semua warga asing masuk ke negaranya terhitung sejak Jumat pukul 21.00 waktu setempat. Hal ini demi mencegah penularan virus corona yang dibawa dari luar atau imported case.
"Sebagian besar kasus corona yang terjadi di Australia, dibawa dari luar negeri," kata Morrison seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/3).
Tercatat, dari 600 kasus infeksi virus corona di Australia, 8 orang meninggal. Jumlah ini memang lebih kecil daripada negara lain, tetapi pemerintah setempat waspada tentang kemungkinan peningkatan kasus secara cepat.
Sementara itu, pemerintah Australia juga sudah melakukan pembatasan perjalanan masuk dan keluar negeri. Dilansir dari AFP, maskapai penerbangan terbesar di Australia, Qantas, akan menyetop penerbangan mereka mulai akhir Maret nanti.

Dengan demikian, mereka terpaksa meliburkan 20 ribu dari sekitar 30 ribu staff mereka pada periode ini. Qantas juga menyebut, setidaknya rute internasional akan ditutup 2 bulan dari akhir Maret dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona.
"Usaha untuk menghentikan penyebaran virus corona membuat penurunan permintaan pada bidang perjalanan. Satu hal yang tidak pernah kita lihat sebelumnya," kata Chief Executive Qantas, Alan Joyce.
Loading...